Senin, 04 November 2019

MAKANAN KAROGENIK




Makanan Kariogenik
1.      Pengertian Makanan Kariogenik
Makanan   kariogenik   adalah   makanan   yang   dapat   menyebabkan terjadinya karies gigi. Sifat makanan kariogenik adalah banyak mengandung karbohidrat, lengket dan mudah hancur di dalam mulut (Rahayu, 2011). Hubungan antara konsumsi karbohidrat dengan terjadinya karies gigi ada kaitannya dengan pembentukan plak pada permukaan gigi. Plak terbentuk dari sisa-sisa makanan yang  melekat  di sela-sela  gigi  dan  pada  plak  ini akhirnya  akan  ditumbuhi bakteri  yang  dapat  mengubah  glukosa  menjadi  asam  sehingga  pH  rongga mulut  menurun .  Pada  keadaan  demikian  maka  struktur email  gigi  akan  terlarut.  Pengulangan  konsumsi  karbohidrat  yang  terlalu sering menyebabkan produksi asam oleh bakteri menjadi lebih sering lagi sehingga  keasaman  rongga  mulut  menjadi  lebih  asam dan semakin  banyak email yang terlarut (Rahmadhan, 2010).

2.      Jenis Makanan Kariogenik
Menurut Gibson (1990) dikutip dari Hidayati  (2005) beberapa jenis makanan kariogenik adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Beberapa Jenis Makanan Kariogenik
Nama  Makanan
Dodol  Martabak manis
Arum manis     Snack/Chiki
Bolu    Permen
Donat  Es Krim
Roti     Wafer
Biskuit Coklat

3.      Makanan Kriogenik Menyebabkan Karies Gigi
Makanan sangat berpengaruh terhadap gigi dan mulut terutama makanan yang kariogenik terhadap terjadinya karies gigi, pengaruh makanan tersebut dapat dibagi berdasarkan berberapa teori sebagai berikut:
a.       Menurut Edwina A.M.Kidd
1)      Kandungan makanan kariogenik
Makanan karogenik mengandung karbohidrat yang menyediakan substrat untuk pembuatan asam bagi bakteri. Jenis karbohidrat misalnya sukrosa dan glukosa dapat diragikan oleh bakteri streptococus muntans dan laktobasilus. Bakteri tersebut membentuk asam  sehingga pH plak akan menurun sampai dibawah 5 dalam tempo 1-3 menit. Walaupun demikian tidak semua karbohidrat sama derajat kariogeniknya. Karbohidrat kompleks mialnya relatif tidak berbahaya karena tidak dicerna secara sempurna didalam mulut. Sedangkan karbohidrat dengan berat molekul yang rendah seperti gula akan meresap ke dalam plak dan dimetabolisme secara cepat oleh bakteri. Sintesa polisakarida ekstra sel dari sukrosa lebih cepat ketimbang glukosa, fruktosa, dan laktosa. Oleh karena itu sukrosa merupakan gula yang paling kariogenik, walaupun gula lainnya tetap berbahaya.  Dikarenakan sukrosa merupakan gula yang paling banyak dikonsumsi, maka sukrosa merupakan penyebab karies yang utama (M.Kidd, 1992).
2)      Frekuensi makanan kariogenik
Frekuensi konsumsi makanan kariogenik sangat berkontribusi dalam kejadian karies gigi. Hal ini disebabkan karena makanan kariogenik akan menurunkan pH plak di dalam rongga mulut sampai di bawah 5 pada level yang dapat menyebabkan demineralisasi email yaitu dalam tempo 1-3 menit. Untuk kembali ke pH normal sekitar 7, dibutuhkan waktu 30-60 menit. Oleh karena itu frekuensi  konsumsi makanan kariogenik yang sering dan berulang-ulang akan tetap menahan pH plak dibawah normal sehingga mengakibatkan demineralisasi permukaan gigi yang rentan terjadi dan proses kariespun dimulai (M.Kidd, 1992).
b.      Menurut Prof. Dr. Moestopo
Makanan sangat penting untuk diperhatikan karena dizaman moderen terdapat berbagai macam jenis makanan yang mempengaruhi kekuatan gigi. Sifat makanan kariogenik yaitu manis,halus,dan mudah melekat,misalnya permen, coklat,kue tart dan lain-lain. Dimana  biasanya makanan ini sangat disukai dan berada didalam mulut relatf lama serta tidak memerlukan banyak pengunyahan karena sifat makanan yang halus maka makanan ini akan melekat pada permukaan gigi (email gigi). Bila tidak cepat-cepat dibersihkan akan menyebabkan tibulnya proses kimia bersamaan dengan air ludah yang akan menghasilkan suatu zat yang dapat merusak lapisan email gigi, bila email gigi telah rusak maka kerusakan akan mudah menjalar sehingga menimbulkan lubang yang semakin lama semakin dalam (Moestopo, 1983).
c.       Menurut Ardyan Gilang Rahmadhan
Gigi dan mulut tidak dapat terlepas dari makanan, makanan yang dikonsumsi sudah pasti ada pengaruh terhadap kesehatan gigi dan mulut. Waktu konsumsi makanan terutama makanan kariogenik juga berpengaruh terhadap karies gigi. Konsumsi  makanan manis pada waktu senggang jam makan akan lebih berbahaya dari pada saat waktu makan utama. Penelitian menunjukan orang yang makan manis pada pada waktu jam makan utama memiliki kemungkinan karies gigi lebih kecil dibandingkan orang yang melakukan diluar jam makan utama. Alasanya kerena pada waktu jam makan utama, biasanya air ludah yang dihasilkan cukup banyak sehingga dapat membantu membersihkan gula dan bakteri yang menempel di gigi (Rahmadhan, 2010).

4.      Pengukuran Frekuensi Makanan Kariogenik  yang Dapat Menyebabkan Karies Gigi
Kebiasaan konsumsi makanan kariogenik secara berulang-ulang dikarenakan rasanya yang enak dan bentuknya menarik membuat siapa saja ketagihan. Terdapat aturan seberapa sering mengkonsumsi makanan kariogenik yang dapat meyebebkan karies gigi. Makanan kariogenik tersebut dapat menyebabkan karies gigi apabila frekuensi makannya labih dari dua kali dalam sehari, maka akan mempercepat terjadinya karies gigi (Rahmadhan,2010).
Setelah makan makanan yang mengandung sukrosa, pH mulut akan turun dalam waktu 2,5 menit dan tetap rendah selama sekitar satu jam. Ini berarti kalu gula di konsumsi tiga kali sehari, pH mulut selama sekitar tiga jam akan berada dibawah 5. Proses demineralisasi yang terjadi selama periode waktu ini sudah cukup untuk mengikis lapisan enamel. Jika jarang mengkonsumsi gula, proses demineralisasi yang terjadi hanya ringan dengan begitu pH mulut kembali normal, proses remineralisasi akan timbul (E.beck mary,2000)
Jumlah berapa kali atau frekuensi mengkonsumsi makanan kariogenik dapat diukur menggunakan kuisioner frekuensi makanan. Berdasarkan uraian diatas maka frekuensi konsumsi makanan kariogenik diukur dengan cara sebagai berikut:
a.       Jarang apabila makanan kariogenik di konsumsi <3 kali/hari
b.      Sering apabila makanan kariogenik di konsumsi ≥3 kali/hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar