Senin, 04 November 2019

KARIES GIGI


Karies Gigi

1.      Pengertian Karies
Karies Gigi adalah penyakit jaringan keras gigi yang ditandai  dengan kerusakan jaringan dimulai dari permukaan gigi (pit,fissure dan interproxsimal) kemudian meluas kearah pulpa. Karies gigi dapat dialami oleh setiap orang dan dapat timbul pada satu permukaan gigi atau lebih dan dapat meluas ke bagian yang lebih dalam pada gigi, misalnya berawal dari lapisan teluar gigi yaitu enamel, kemudian menjalar ke bagian dentin hingga kebagian paling dalam yaitu pulpa (Taringan 1995).
Gigi berlubang disebut karies gigi,karies akan mengakibatkan kerusakan streuktur gigi sehingga terbentuk lubang gigi. Gejala umum karies gigi terasa skit, gigi menjadi sensatif setelah makan atau minum manis, asam, panas, atau dingin. Selain itu terlihat atau terasa adanya lubang pada gigi, serta terasa juga bau mulut (halitosis). Tanda awalnya karies gigi berupa muncul spot putih seperti kapur pada permukaan gigi.Hal tersebut menunjukan area demineralisasi akibat asam. Proses selanjutnya, warnanya akan berubah menjadi coklat kemudian  mulai membentuk lubang (Pratiwi, 2009).

2.      Proses Terjadinya Lubang Gigi
Menurut Pitt Ford (1993) prosese terjadinya karies gigi dapat digambarkan secara singkat seperti berikut.

Substrat (gula)                   



Karies (demineralisasi)

Gigi

Plak (bakteri)
                                                                        
Metabolisme
oleh bakteri)
Gambaran di atas adalah gambaran untuk menunjukkan bahwa konsumsi gula yang tinggi merupakan penyebab berlubangnya gigi , gula merupakan variabel yang paling penting.
Proses awal karies terjadi apabila mengkonsumsi makanan mengandung karbohidrat secara berlebihan. Sebagian bakteri yang terdapat dalam plak bisa merubah gula atau karbohidrat yang berasal dari makanan yang dikonsumsi, menjadi asam yang bisa merusak gigi dengan cara melarutkan mineral-mineral yang terdapat pada gigi. Proses hilangnya mineral dari struktur gigi dinamakan demineralisasi, sedangkan bertambahnya mineral-mineral dari struktur gigi dinamakan remineralisasi. Kerusakan gigi bisa terjadi apabila proses demineralisasi lebih besar dari pada proses remineralisasi. Lalu asam yang berasal dari plak akan terus mengikis permukaan gigi dan membentuk suatu titik lubang yang lama-kelamaan akan membesar atau bertambah dalam (Rahmadhan, 2010).

3.      Perawatan Karies Gigi
Perawatan dapat dilakukan secara bervariasi tergantung tahap kerusakan gigi yang terjadi. Jika karies gigi mencapai email dan dentin maka masih dapat dilakukan penambalan dengan cara struktur gigi yang rusak dibuang dengan pengeboran, dan setelah lubang bersih kemudian dimasukan bahan tambalan. Namun bila kerusakan telah mencapai pulpa perlu dilakukan perawatan saluran akar ( terapi endodontik). Melakukan pencabutan gigi adalah tindakan terakhir apabila kerusakan yang terjadi sudah terlalu besar dan setruktur gigi yang tersisa sudah tidak dapat di restorasi lagi (Pratiwi, 2009).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar